Tampilkan postingan dengan label dinding2hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dinding2hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 April 2010

...

Setelah membaca ini,
kau akan menemukan aku yg sedang menunggu waktu
jangan sesekali kau tahan langkahku
atau sekadar berbagi untuk menepis niatku..
pada nyatanya, jiwa kita yang lemah hanya akan tunduk saja
menerima dan menjalani apa yang semestinya..
aku manusia, tak mampu menggariskan takdir sendiri
pernah aku membutakan mata
memekakkan telinga
mematikan hati dan perasaan..
tapi aku manusia, sayang..
punya segala keterbatasan
dan disini segalanya telah sampai..
sungguh.. aku lelah
jika benar aku merenggut suatu kebahagiaan dari sisi sebuah kehidupan
maka aku akan dengan sungguh-sungguh meminta pengampunan pada Tuhan,,
sebab aku manusia, sayang
yang suatu ketika mampu memetik apa yang aku tuai..
dan aku masih ingin hidup dalam damai..
sungguh.. aku terlampau lelah..
jika benar aku merenggut suatu kebahagiaan dari sisi sebuah kehidupan..
maka ikhlas ketaggalkan pula kebahagiaan itu dari hidupku
tak buat aku atau pun kau
tapi buat sisi kehidupan itu..


* pada yang pernah aku curangi, sungguh tak ada dalam niatku..
* pada kau yang datang di siang ini, terimakasih untuk
penerangan dari sembilu kata-katamu..

Batam,16.04.2010

Selasa, 06 April 2010

061209=DERITA

Kau tahu?
Kini, malam-malam adalah nyanyian kelu
paginya luka
esok atau lusa; pesakitan.
Lalu, perih mana yang mesti kita bagi?
Sementara tak usai kau mencerca
menikamkan sembilu
merobek lembaran rindu
memaksa memilih tentang cinta yang terluka
atau maaf yang terlanjur beku
ingin aku kembali
pada masa aku menyeluruh mencintaimu
menahan kau dalam lautan airmata
merangkulmu dalam kasih yang tak hingga
tetapi, saat serapah kau hempas kuat dalam sadar dan murka,
begitu saja kelopak mawar mati di hamparan duri
berdarah di ambang neraka yang membara
sakit !
Perih !
' ada banyak kenang yg tak mungkin selesai,
banyak cinta dan cita yang terabai dan tak sampai '

padamu, Ay : tak terpikirkan kita akan begini.

Qq - 06des09

Senin, 12 Oktober 2009

Penantian Yang Masih

malam merayap mengukung pada rumah kecil
ada gelisah jatuh
dan bunyi gerimis yang ringkih
bersama gemuruh rasa

pada mata bulan purna yang keperakan
aku menitip dan merunut rindu

sebab apa? aku ingin lekas tiba di matamu
berdiam di hijau pipimu
dan membaui bunga cinta yang tumbuh rimbun dikeningmu
pada akhirnya aku memeluk katakata
yang tumpah dari lautan kalbumu

tak terhitung berapa purnama aku susuri
menuju lembahlembah
ngarai dan gemericik air serupa: nyanyian jiwamu

kutanam,memupuk,dan kupetik menyiangi cinta
dalam gigil yang tak sabar ia mekar serupa bunga tanpa musim:
dalam madu dan pelangi

kekasih,
aku khabarkan dari sini
perihal detik yang menyusut pada pucukpucuk pinus
dan kerinduanku rimbun berkecambah

di bawah langit yang hidup
aku masih bersama pagi yang mawar,tetap menunggumu
hingga nanti jejemarimu memeluk aku
dan bibir kita saling bertangkup
lidah mengulir melukis di jiwa
disana aku minum dari bibirmu

( untukmu,sang terkasih )

qq.09 sept 09

Sabtu, 15 Agustus 2009

kau lelakiku

Di barat kubiarkan angin mencambuk rindu milikku padamu
dan mentari yang hendak pulang
mengantarkan warna senyum simpulmu;
serupa lengkung pelangi..

Duhai lelakiku,
kau .. Pada hutan menghijau melantunkan nyanyian-nyanyian cinta
gema tertangkap hingga pada dinding kamarku
demikian pucuk bebukitan tempatmu menyulam janji
untuk hari kita kelak ..

Tak ada kata lelah aku menunggumu
hingga kau tiba walau tanpa kereta bertudung emas
hanya hujan dan gemuruh ingin lekas yang memangut kawanan sabar
sebab kasih yang kau kemas begitu nirwana
wahai lelakiku, aku ingin kau segera memintaku ..


Qq-26juL09
(Untuk kau, lelakiku)

-kamar hijau-


aku pasti merindukan hijau kamar ini
tempat permulaan segala
dimana kuukir namamu namaku dalam tanda cinta
tempat melarung rindu

cermin bundar pada almari jati menangis
menyudahi sebagai saksi yang menangkap bayang kita kala beradu bibir
juga temaram lampu yang lugu menerangi pergolakan dua tubuh

pada kamar ini,,
malam cemburu dalam bisu kala kau dan aku tenggelam dalam cumburayu
menjadi barisan sajak cinta yang menampung luka dan tawa
untuk kau gantungkan pada langit kamar agar terbaca oleh matakecilku
saat kujatuh dalam rindu yang teramat padamu

di kamar ini, kita tuang doa, pengharapan dan merrajut mimpi berdua
ini kamar kau dan aku
yang cinta tumbuh dan bersemi di dalamnya
kini aku meninggalkan kamar ini dengan sejumput kenangan perihal cinta kita
sisanya, tertinggal dalam lengkung tanda cinta yang merangkum nama kita
abadi.. meski debu melesap dan menyapu..
kamar ini... kamar rindu..

Qq-02agustus09

Agustus, malam 13

Adalah luka yang kesekian menjadi tinta pada mata pena ini
malam menangis, merobek cakrawala, membelenggu kegalauan
akhirnya, mahar yang masih ranum terlanjur kukemas untuk kukirim kembali padamu
janji-janji patah, menikamkan diri dari belakang, tajamnya menyempurnakan kepedihan

sementara angin menagih kesangsian
sebab pernah kukhianati isyarat untuk bergegas kembali
dan kini aku kalah dalam kelana
mawar merah di bibirmu yang semula manis kukunyah,
berjatuhan kelopak demi kelopak di ujung kakiku
kupunguti, kugenggam
hingga berdarah; tumpah ruah di sudut mataku

ajarilah aku untuk kembali menangis kala mengenang engkau yang masih kuingat seluruh
tiap kalinya, kuletakkan tangan di tengah dada, kuusap, kusapu embun berdebu yang menutupi namamu
dan beranjak pula segala tentangmu

sepanjang ini, selalu aku pelajari kesalahan dalam menjatuhkan hati di hadapanmu
hingga di ujung, biaslah semua!
Luka adalah milikku!
Luka adalah aku!
Karna kau tak pernah benar-benar menanggalkan pakaian masasilammu
sedangkan kupaksa menggadai diri, menghamburkan apa apa ke udara!

Selesailah semua!
Luka adalah aku!
Selamat tinggal ! Selamat tinggal !
Izinkan kudekap erat sisa-sisa yang tak bisa kusangkali artinya.


Qq-12agustus09

Senin, 06 Juli 2009

BUATMU : DIK

mentari yang kau bilang gugup
telah mengantar kau pada landasan pacu
menuju medan baru di mana akan ada banyak kisah hinggap dalam diri
tas besar kau sandang pada bahumu
ada berat dalam dada,sesak.
kau terisak,matamu berkacakaca

dik,semua sudah di mulai
meloncatlah jauh
gapai itu cita

simpan baik-baik pesan ayah ibu
itu akan menjadi obat kala kau jatuh dalam asa
terkukung sepi dan rindu
itu pun akan membakar jiwamu

ketika rindu mencubit rasamu
jangan jadi pembatas jarak dan waktu
itu kelebatan dalam matahati.mengoda
ketika kau merindu peluk hangat ibu
canda adik di rumah,senyum ayah,dan bawelnya kakakmu ini
pandang itu foto keluarga yang aku selipkan di saku bajumu

hujan reda gemuruh jiwamu berdegup keras
baling-baling pesawat berputar semakin kencang
burung besi itu akan mengantarkan kau pada timur bumi ini
menuju barak sepi dari hingar bingar suara-suara kota
tak ada cahaya gemerlap gedung-gedung

ah! aku tahu kau akan rindu sangat
rumah kecil ini dengan taman tak luas
pada beranda rumah kau dan aku berbagi kisah
tentang cita cita dan kehidupan

hari demi hari akan terasa sangat
rumah ini sepi oleh tingkah polamu

ketika kau pulang kembali
ayah ibu tersenyum tak batas
memeluk tubuhmu dalam balutan baju berwarna coklat
dan,pada sepatumu mengkilap itu aku bisa berkaca wajahku

saat menulis ini
bayang wajahmu menari-nari
agh! aku rindu akan tingkah polamu

segeralah kau beri khabar bila kau sudah tiba


Qq,5jul2009

Selasa, 30 Juni 2009

akan selalu begini

sama sepertimu, aku tak menunggu malam bertukar
sebab nafas mulutmu belum lagi sehangat perapian di ruang tamu
namun deras kutemui kecintaan berada dalam ranjang berkelambu
saat mengukir rasa yang seluruh padamu
sambil mendengar jiwa kita menyanyikan lagunya sendiri
menyampingkan suara pepohon di luar yang menggigit ngilu

ada damai ketika kusaksikan senyummu yang terayun sekilas
tak lagi berpesan untuk menyentuh pucuk pipiku
menatap matamu, bilakah nanti kudapati engkau seperti sedia kini?
membawa warisan pengalaman perihal perjalanan panjang
membungkus sapa dalam kehangatan semula serta
kecup kening dengan debaran yang sama

bulan bahkan tahun ke depan kuhindari dan tak kudapatkan tanya
"mengapa engkau begitu berubah?"
karena akan ada kau yang tetap kau
begitupun aku
karena kau aku ada dalam satu - kesejatian cinta!

Qq-16Juni09

sebuah janji

pada akhirnya nanti akan kubawa segenggam kilau dunia di ujung kakimu
seperti pengharapan yang kau sisipkan di balik derit ayunan tidurku
dengan aku menangis atas doa-doamu di telingaku
aku rindu kanak-kanakku,
ketika ibu memangku aku dan ayah mengabadikan lewat kamera tua
yang sinarnya justru berasal dari picingan matanya
kini mata ayah tak seputih dulu,
tapi tak kurang memancarkan cahaya ketulusan hatinya
demikian ibu, yang hanya sanggup memangku reka masa depan yang tak putus kukejar
meski aral tak berkesudahan - namun aku bukan lagi yang damai mengulum bubur


sampai pada akhirnya....
aku bersujud di hadapanmu
berdiri di tengahmu
merangkulmu dalam bahagia dan airmata bangga
INI KILAU YANG PERNAH KUJANJIKAN
buah doa dan peluh yang kau beri sedari aku belajar menangis dalam ayunan dan pangkuanmu
kumaknai kedalamannya melalui persembahan teruntukmu ini..


(banyak cinta untukmu, ibu.. ayah..)

Qq-20Jun09

Jumat, 12 Juni 2009

akan kuterima kau kembali

jika perjalanan yang kau tempuh sudah memuaskanmu
lalu menawarkan jalan untuk kau kembali pulang
pulanglah..
pokok kayu di depan rumah kita masih menggantungkan asa
yang dulu kau bawa separuhnya
letakkan saja sisanya, cinta akan memupuk hingga ia bersemi lagi
kau tak perlu menanyakan luka yang sudah kau tinggalkan
karena setiap harinya aku gigih berkemas sendiri -
menjadikan aku tetap menanti jadi perindu
kau tinggal membantu aku menyusun kembali bangunan hatiku yang terlanjur runtuh
agar nyayian dalam kau bicara bisa kudengar sama merdu
seperti tangis anak-anak yang menunggu dongengmu
pulanglah..
meski kau datang sebagai pendosa dengan jiwa yang carutmarut
aku menerimamu
pulanglah .. pulang
karena disini pernah kita reguk suka duka
di bibir gelas perjamuan yang sama ..

(kabarilah aku jika kau terima dia kembali)

Qq-12Juni09

Selasa, 09 Juni 2009

kau dalam lipatan buku harian

Bila akhirnya badai mampu menaklukkan gunung
aku pilih tak akan memaksa edelweis kusimpan
dalam lipatan buku harianku
sebab itu jadi perihal tersulit untuk kubaca dan kumengerti

dan kering bunga akan jadi lebih klasik
ketika aku membuka sampul merahjambunya
seperti cerita tentang kau
yang kutulis baris demi baris dalam kegetiran

Qq-30Mei2009

aku ingin abadi dalam puisimu

aku melihat kau bersama cinta yang menari
dalam ruang pemilik kehampaan waktu
yang terberai kesunyiannya
pada ujung, kudapati engkau yang menunggu di kursi jati
dengan lembaran kata puisi di pangkuanmu

disana, di tulisanmu
selalu aku tenggelam dalam pemujaanmu
akulah dia, akulah buah kata yang kau tuangkan
ketika aku kembali dan membuka kotak perak bertulis namamu
kenang demi kenang mendekap aku
seandainya saja aku abadi dalam goresan puisimu
dan bila saja puisimu tak pernah mati menceritakan aku..

Qq-02Juni2009

Kamis, 28 Mei 2009

aku yang pengalah

aku pernah mengecap manisnya musim semi
ketika bunga-bunga tumbuh dan mekar pada taman hatimu
menyebarkan wangi yang kemudian ia kejar, lekas didekap dan
disimpannya dalam-dalam; aku mencium..

aku pernah merasakan kelunya musim dingin
ketika gerimis airmata jatuh satu-satu pada tanganmu yang menengadah
ia merapikannya, bersama isakmu yang mengoyak rasaku
ikut hilang aku, dalam lautan gelisahmu..

aku pernah menerima kekalahan musim gugur
ketika kau membawakan setangkai mawar yang kelopaknya tanggal
sebelum kau benar-benar sampai padanya
kau hanya berpasrah; seperti saat ia remukkan sebentuk hati yang
kau kirim padanya di penghujung musim itu
dan aku memungutnya..!


Qq-21Mei09

Rabu, 13 Mei 2009

persembahan terakhir

dan aku sudah sampai pada waktu dimana
sapaku akan jarang kau temui
bukan menyudahi, sebab penghabisannya adalah
kebersamaan yang masih rapih terawat
bila nanti banyak rindu yang mengganggumu
datang saja pada tempat dimana aku menjadikan
rumah kedua untuk persinggahanmu
kehangatan masih utuh dan
radio tua yang menjanjikan cinta lewat lagu..

tentu kau tak lupa akan kamar berlampu jingga
yang anggur pernah tumpah dari bibirmu
bersama tangis yang leleh membendung kerinduan
kita masih bisa menciptakan lagi cerita
tentang kau dan aku serta persembahan terakhir
yang mungkin akan jadi di kamar ini juga..

Qq-13Mei2009

Selasa, 12 Mei 2009

hingga Desember




segera kau ingatkan aku jika kau memilih hendak pergi

sebab tak gampang membuka jalan untuk kita memulai
bersama membangun candi yang kurang batu
dan sedikit hancur menjadi debu
lalu aku berputus asa pada pundakmu yang kian lusuh
dan menangis sejadi-jadinya seperti si kecil
yang meminta bintang pada langit

tak mudah bagiku untuk paham kata-katamu

bahwa laut itu hidup dan jiwa-jiwa kita yang lelah
akan kembali dan bertemu disana

hah, kadang dalam pelukmu begitu kurasa
pisau yang menikam tepat di tengah dadaku
memahat luka hingga abadi namamu disana
memilikimu yang tak utuh membuatku tak berapa tegar
untuk berdiri pada gemetar kaki ini
namun pedar cahaya matamu lekas memeluk gelisah
menuntun aku menunggumu pada kursi jati
bersama gerimis sebelum hujan yang benar-benar pada Desember;
aku merajut benang-benang kerinduanku padamu

lekas temuilah aku,
bersama sungai damai di sudut matamu
aku hanya ingin berlama dalam pelukanmu..

Qq-12Mei09

Rabu, 06 Mei 2009

Tangisan Mei

dibiarkannya angin memeluk
meniduri mendung matanya
pada malam yang hampir habis

tak ada yang dia dengar
selain tetes airmata jatuh pada pasir
adakah gelisahnya bisa dibagi??

dia berlutut dalam deburan ombak
sambil menghujat diri sendiri
laut tetap saja sebisu tugu

tak cukup lama kehadiran kekasih
menjadikan hangat untuk musim begini
bayang hanya bias-bias menari pada ufuk

sebab tak ada purnama kali ini
maka kerinduan
diartikannya sendiri ..

Qq-06Mei09

Selasa, 05 Mei 2009

lagi, lagi ..




...
aku ingat benar saat kita sama terjatuh untuk kali kesekian

kau ingatkan padaku bahwa kebangkitan masih sangat mungkin

meski luka mengucurkan darah dan

kita begitu tertatih untuk kemudian berjalan kembali

setelahnya, dalam selimut malam

kau beri aku pemahaman tentang memaafkan takdir;

perihal yang harus dilalui aku atau kau

selalu aku luluh pada matamu dan
cinta lagi tertahan karena penyesalan dalam kata-katamu

aku selalu menerimamu,

atas segala kekurangan dan kesalahanmu

tapi hati bukan terbuat dari batu, sayang

tak lagi banyak maaf jika luka yang belum sembuh benar

kembali kau sayat tanpa ampun..


Qq-05Mei09

Senin, 27 April 2009

akhirnya?

Bila kau temukan lagi
mata dimana banyak kau dapatkan kata puisi
pergilah ..
sebab cinta tak cukup banyak
untuk kemudian dibagi lagi
kini ia terhempas
luluh lantak jadi beribu
dan puisi yang pernah kau tulis pada mataku
layu jadi mati

saat kau temukan kembali
mata dimana kau bisa menyelam di lautan kasih
aku ikhlas..
namun pagar rumah tak terkunci untuk kepulanganmu
sebab bunga pada taman tak mau mekar hanya denganku

kini, kerinduanku padamu
kutitipkan pada dinding-dinding putih
yang mengguratkan garis-garis wajahmu
kuciumi, kudekap ..
dan rasa pada jiwaku terbang bebas hingga langit

menit-menit yang kulewati tanpa kau malam ini,
menceritakan banyak hal
tentang keberadaan kita yang salah
tentang sederhananya jatuh cinta
tentang keharusan untuk berpisah ..

lalu, inikah tentang kita pada akhirnya?
aku kau tinggal,
kau dengannya,
dan dia yang menunggu di beranda rumahmu?


Qq-27April09

Minggu, 26 April 2009

pertemuan

akhirnya kau datang juga
membawakan padaku segenggam kerinduan
yang meranum pada taman hatimu
haru-ku membiru laut
menenggelamkan perahu yang
mengombang-ambingkanmu hingga pulauku
kini aku,
memeluk erat tubuhmu
dan lidah ombak,
menjilati empat kaki kita yang rapat

Qq-26April09

Selasa, 21 April 2009

sebab kau tahu benar

bawakan padaku
secercah cahaya dalam lentera
pada ruang gelap
sisi bathin yang lara

sebab kau tahu benar
tentang pilar-pilar
yang tak cukup kuat lagi
menahan badai yang datang dengan perwira
menjadikan aku paria
di mahligai milikku sendiri

sebab kau tahu benar
masa dimana aku menjelma bajingan
layaknya laskar tempur
yang angkuh dalam getir langkahnya
dan tersimpan rancu di balik baju-baju besi

sebab kau tahu benar
tentang airmata yang mengkristal
pada bilik sunyi senyap
di malam yang semakin lenyap
kala dijemput fajar
dan kau ciumi tepat
di lekuk pilunya

sebab kau tahu benar
sepi yang tertangkap radar matamu -
tak pernah sampai pada muara
hingga kau suguhi ia telaga
sekedar tempat menumpah segala

sebab kau tahu benar
celah dimana
kau bisa ambil alih semua
walau kau menyapa
hanya dalam maya ..

Qq-21April09