Selasa, 31 Maret 2009

untuk kamu atau dia??


aQ berdandan,
pakai gaun merah yg kau sukai..
kupoles sekali lagi gincu senada di bibirku..
sekali lagi berlenggok di atas hak 7senti..
apa aku sudah cantik? - tanyaku pada cermin bundar
cantik - khususnya untuk mereka, jawabnya..

aku jadi bertanya,

kali ini aku berdandan untuk siapa?

kamu?

atau

dia?


Qq-31mar09

pesan sibuk..


jarum jam hampir menunjukkan pukuL 12'siang

aQ kirim pesan singkat untukmu
"syg, kamu jangan lupa makan
aku sebentar lagi istirahat"
laporan - terkirim..
semenit, 3 menit, sampai aku keluar..
tak ada balasan yg mampir..
mungkin kamu sibuk
sesibuk aku tadi malam,
yg tak sempat mengucap "selamat hari jadi kita"
- 1 tahun 5 bLn..

(semoga tdk membunuh keyakinanku akan kita)

Qq-31mar09

kala sore


di tempatmu

kau melantunkan simfoni
di bawah teduhnya suasana sore itu
lantunan musiknya,
menggema di hati masing-masing kita
tercurah segala rasa
lewat matamu
yang menatap lekat di mataku..

Qq-30mar09

pencarian akan-Mu

Sujud kupendam dalam-dalam
di sejadah yang mengantarkan shalat isyaku malam ini..
ada rindu,
setelah beberapa hari tak bercengkrama dengan Engkau..
hari ini tak banyak amal yang kumasukkan dalam celengan ibadahku..
kutadahkan tangan ke atas,
biar menampung airmata yang menelaga dari lebur dosa-dosaku..
aku menangis - hanyut dalam doa
meminta pengampunan Engkau..

Qq-30mar09
(tak bisa tidur)

bapak penjaja koran

bapak nongkrong di persimpangan lampu merah tengah kota
rambut yang memutih semakin hilang warna diterpa terik matahari
tas dari jahitan kain perca menggantung di leher rentanya
di balik situ berlembar koran jajaan terlipat rapi..
dikelompok-kelompok sesuai nama..

sesekali bapak mendongak melihat lampu berubah merah
berdiri ia susah payah menopang tubuhnya dengan tongkat yang dijepit di bawah ketiak kanan sebagai satu kakinya
dari mobil ke mobil lain ditempelkannya judul koran di balik kaca pengemudi
rejeki bila ada yang menurunkan kaca dan membayar seharga 2ribu
terkadang ada yang ikhlas memberi lebih, dan bapak menunduk syukur untuk itu..
terus seperti itu..

kalau bapak iseng, bapak bolak-balik lembar koran,
mencari barangkali ada berita keadilan untuk orang seperti bapak..
bapak membaca sambil memicingkan mata - karena penglihatan sudah dimakan umur..

..
sang surya mulai menepi ke barat,
bapak pulang ke rumah kotak kayu yang disusunnya di seberang jalan
ditaruhnya sisa koran sambil meluruskan kaki yang pegal karena menggantung selama berjualan..
bapak membasuh bagian tubuhnya - bapak wudhu..
lalu mengenakan kopiah lusuh berumur setengah dari hidup bapak..
bapak menunggu adzan - menuju rumah TUHAN yang memberi rejeki hari ini..

Qq-30mar09
(Setelah sore hari melihat perjuangan bapak di simpang Gelael-Batam)

Senin, 30 Maret 2009

..

sudah hampir dini hari, kataku
kau masih saja asyik dengan langit jiwamu
- jika engkau bisa bertafakur lama dalam bait kata-katamu,
semoga malam menuntunmu untuk larut dalam sujud kpd Tuhan dalam tahajudmu-

Qq-29mar09

gapai

peluh yang membutir berlian kusapu di keningku
rambutku sebasah rumput fajar
aq mengejarmu berlomba dengan angin
ingin kudekap engkau erat -
sambil kucumbui aroma tubuhmu yang selalu membuat rindu
pada malam-malam sendiriku..
kenapa takdir menempatkanmu sejauh itu dariku?
jika dalam kuasa, ingin kutentang semua itu, berontak!
hanya ingin beserta engkau disana
hingga ujung keberadaan kita di dunia..

Qq-27mar09

matamu

malam ini aku berbaring di atas ranjang yang langsung terhujani cahaya bulan
disana kutangkap tajam matamu yang bisa kulihat di secarik foto -
yang tak pernah kau berikan padaku
jika dengan memandangnya jarak antara kita dipersingkat,
kuberharap bisa mencium di kedua kelopak matamu..

Qq-27mar09

sayap katamu

kamu mungkin terlalu pintar bermain dengan sayap kata-katamu
yang terbang cantik seirama kepakan sayap merpati putih
seolah mengirimkan isyarat-isyarat cinta
terbungkus dalam dan bermakna..

mungkin hati ini yang terlalu rapuh untuk kau jamah
hingga begitu tersentuh percikan, luluh segala pertahanannya..

kalau saja saat itu aku dan kamu tidak dalam sebuah ikatan
aku pasrah masuk dalam gelora asmara ini
sayang semua terlalu terlambat
tak mungkin kita memulai cinta yang sudah nyata salah

Qq-27mar09

Gintung Malang

dini hari kala mimpi masih membuai manja
anak masih terpengkur dalam peluk ibu bapak
sayup-sayup adzan subuh terdengar dari pengeras suara
yang tergantung di menara mesjid

SITU Gintung murka
air menerjang tanpa ampun sana-sini
meluluh-lantak pemukiman yang berpuluh tahun ditinggali
orang-orang tersentak, tak lagi mengucek mata yang masih susah melek
tragedi mimpi buruk kini mendekam erat

teriak bergema "air, air, Lari !!!"
namun tangan ini tak lagi mampu menyanggah tubuh yang hanyut menjauh
bapak kehilangan anak istri,
rumah kini memuing bersama lumpur..
air mata yang jatuh sudah membendung menyatu
lidah kelu bergetar memanggil-manggil siapa yang terenggut dari dekapan

si kecil cantik berbaju merah masih menunggu ibu bapak
menjemput membawa kafan untuknya..
berdosa apa dia??
di sana terlihat kakek mengais reruntuhan yang mengubur tubuh kaku
sang cucu - yang tadi malam masih dibacakan dongeng olehnya..

badai masih saja menorehkan duka pada langit Gintung
mau marah pada siapa??
orang yang meninggalkan tak akan pernah kembali lagi
hanya keikhlasan mengantar jasad-jasad yang terkasih ke dalam kubur masal

pasrah..
mungkin ini car TUHAN menyayangi umat dengan jalan-Nya sendiri
tabahlah SITU Gintung,
dari sini mawar dan doa kukirim beribu..

Qq